Showing posts with label Puisi. Show all posts
Showing posts with label Puisi. Show all posts

Wednesday, September 26, 2018

Santri Aku Padamu


Pada wajah teduh sang kyai
Tanpa pamrih pun ia beri pada santri
Meneguk lautan ilmu menghampiri
Menepis lara buta akal nurani
Tertuntun pada jalan sunyi tholabul ilmi
Tanpa ambisi berlebih

Santri aku padamu..

Tancapan kening malam yang dibangunkan
Tinjakan nafsu berlipat menembus setetes air wudhu dibiaskan
Terpaan kenyataan begitu berwarna kerahmatan disaksikan

Santri aku padamu

Melampau terjang mendalam kitab kuning menghiasi
Berangkat serentak jalan mushollah berjubah putih
Berhempaskan kata "jamaah" di ilhami 
Lantunan ayat-ayat, syair-syair di dengungkan lestari 
Sungguh tiada nikmat dan  syukur selain menjadi santri
Read more

Sahabat Boleh Aku Rindu?


Sunyi itu pun berasa
Hening pada kenangan amat hampa
Terlewati aksara jingga merona

Satu persatu sahabat telah pergi
Perjuang untuk bumi pertiwi
Atas nama ngabdi membumikan ilmu ilahi wannasi

Sekarang kamu telah berjuang pada jalan kejayaan yang kau idamkan
Pada masyarakat yang rindu pengetahuan
Sumrigah bebas kau tularkan senyuman

Ku titipkan saja rinduku padamu sahabat disana
Semoga Bait-bait doa setia menggenggam tangan dan pikiranmu
Setia bersamamu
Payah juang terlewati bersama
Rindu berdatangan membawa kabar bahagia

Sekian lama perjalanan surut asa
Gelora perjuangan akan terus ada bersama
Terimakasih sahabat....
Read more

Tuesday, August 21, 2018

Hari Raya Idul Adha Yang Begitu Saja


           Demi malam yang larut kalimat takbir
Kota-kota ramai merayakan lantunannya  dan kibaran bendera merah putih menerangkan nya
Orang-orang segera suarakan bergerak kesunahan untuk ditingkatkan setelah kewajiban
             Ada yang mengorbankan, ada yang dikorbankan.  Melepas sifat kesombongan dan keangkuhan meramu sifat keikhlasan dan keteladanan
              Demi semesta dalam penciptaanya
Nikmat panjang nan luas terbentang alam raya Indonesia
Disana, Kenikmatannya tak kunjung selesai oleh sang penguasa modal jajahannya
Dijerah, dipasung oleh hukuman rasa memiliki
            Menaikkan rentetan materi dan produksi
menurunkan martabat diri atas nama penyelamatan manusia
Gedung-gedung ditinggikan
Alam sakit tak hiraukan
Asal modal dikembalikan
Korban mana lagi yang kau inginkan dari
bumi kami?

Read more

Thursday, July 26, 2018

HIKAYAT SANTRI



Tak ada yang lebih indah dari jubah putih berumpun ke Mushollah
Tak ada yang lebih mulia dari ngaosan kitab kuning, hafalan, lalalran, dan musyawarah
Tak ada yang lebih terkenang dari pada tongkat dan serebetan surban yang berkalung surban
Tak ada yang lebih bangkit dari suara Istaiqid (Bangun)
Tak ada yang lebih pahit dari mahkamah pelanggaran
Tak ada yang lebih bernilai dari makan tahu tempe seharian
Tak ada yang lebin manis dari senyuman Kyai pada Santrinya
Tak ada yang lebih kekal dari pada Istiqomah
Tak ada yang lebih syahdu dari nyanyian munajat di malam Hari
Tak ada yang lebih setia dari pada Doa Kyai pada santrinya untuk agama dan bangsa
Sungguh prarasa aku selipkan pada angin malam yang terus menyelimuti kalbu
Kembalihah jiwa ilahi Robbi anta ta’lam kaifa Hali


Read more

Monday, March 13, 2017

Tak Berdaya Olehmu Kekasih


Kerinduan kekasih
Engkau rindu yang bernama
Walau bagimu aku bukan apa atau siapa
Rindu tetap bertahan tinggal disanubariku
Bilakalah rindu adalah malam
Aku berjalan menantang 
Kesepian panjang, bermakam dibawah cungkup dinginnya hembusan angin
Berkhalwat dalam kesunyian
Berharap dapat memlukmu
Dalam kalam cinta setengah luka
Bermusim rindu bermukim
Bagai angin, jadikan layang-layang tak sendiri hingga aku ingat Hatiku tulus mencintaimu
Read more

Suara indah


Suara yang paling menyenangkan 
Adalah ketika suara memanggil
Hallo..
Kamu sedaang apa?
Gejala alam seperti seperti suara itu terjadi
Gejala seperti itu mengatakan
Ada bunyi yang menyertai tindakan
Ada saat menangis mengeluarkan ruang tangis,
Ada saat tertawa mengeluarkan bunyi hahah..
Semua mengeluarkan bunyi
Bahkan aliran cahaya yang suaranya tak terdengar oleh telinga 
Ruang yang mengintai itu mengedepankan suara itu
Semua suara itu sama
Berasal dari yang sama sang maha kuasa
Suara-suara kerinduan, ketenangan,kegelisaahan, kegembiraan

Read more

Tentang kekasih


Gumpalan awan yang mirip kuda 
Itu lalu menjelma putri cantik yang turun
Ia punya mimpi yang selalu mengasihinya dengan cinta dan mendengar dengan hatinya 
Ia pun belajar mendengar,membaca berbagai cerita dan pelajaran
Disertai desau angin, gemercik air untuk ia ceritakankembali
Kelak kamu menjadi apa?
Dalam kesunyian ia terus mencari
Mencari apa yaang ada dipikirannya
Ia terus menegmbarai kegelutan akademisnya
Mulai bahasa, budaya,nilai, dan cerita sahabat-sahabatnya
Yang akan berujung ketidakpuasan terhadap diri ini

Read more

Kerinduan Itu


Tawamu begitu menyenangkaan
Mengakhiri kesembuhan di tubuhku
Pancaaran mata lembut bertaahan
Sebagai tanda kebahagiaanmu
Pernah mampir disana
Disaat yang sama
Cerita cinta kita diputar kembali
Derai dari sepanjaang alis..
O..kekasih
Jaangan lagi tanyakan
Rasanya mencintai
Aku sudah tak mengerti
Sebab seluruh waktu
Telah penuh rindu
Dan tiada ketika terlewat
Tanpa persembahan cinta untukmu
Read more

Saturday, March 11, 2017

Untukmu yang Mengintai Kerinduan




Hay kamu
Memandangmu dari jauh adalah suatu anugerah
Menceritakan tentangmu tak ada habisnya
Mengenang indah wajahmu tak membosankan
Dalam dirimu ada warna yang menghidupiku
Bersinar laksana cahaya terang
Bersemayam bersama bintang-bintang
Berkelabut di keindahan awan malam
Begitu banyak mimpi untuk bersamamu
Yang mungkin tak kau rasakan
Dari raga ini tak henti menyebut namamu
Dari hati ini kegelisaan merindukanmu
Parasmu selalu mengikutiku
Seperti udara yang ku hela
Setiap waktu memujamu
Tertawamu menghilangkan duka
Ku suka padamu
Ku cinta padamu
Aku takkan merubah perasaan ku terhadapmu
Suatu saat aku juga tidak akan melepaskan
Ingin mendampingimu mencintai kekuranganmu
Karena hati ini  mengatakan kamu
Aku rela terluka untukmu yang mengusik hatimu
Untuk bertaruh memilikmu
Syair dan memory bagaikan aroma penghapus pilu malam ini
Gelora di hati menyejukkan jiwaku
Bintang-bintang pun bersinar
Bungah-bungah pun tersenyum
Melihat kau hibur hatiku
Hatiku terpancar kembali
Mengenang sosokmu yang kian berseri dalam hati

Kau selalu ada....
Read more

Tuesday, February 7, 2017

Dengarlah Duhai Kekasih





Ku memandangimu diam-diam
Aku kagum pada semangatmu untuk berjuang bersama orang-orang kecil
Ku temukan kehidupan baru pada sosok dirimu
Berbagai macam perasaan yang ada ketika memandang akan indah wajahmu
Dan dilengkapi keberanianmu untuk berubah dan meraih mimpimu
Aku ingin bersentuhan dengan keinginanmu
Besandingan melengkapi  apa yang menjadi kendalamu
Berawal dari saling bertanya dalam acara, dan memulai perlahan mengenal dan memahamimu, meski hanya sekilas apa yang kau inginkan kelak
Serasa ku menemukan sosok yang telah aku cari selama bertahun-tahun, karena engkaulah wanita yang pertama kali aku bertukar pendapat
Dan aku ingin kau yang bisa bergerak untuk massa kedepannya melalui apa yang kau inginkan yang menjadi penompang hidupmu
Memang susah mengerti apa yang dikehendaki dan bias meraih hati lain, film romantic pun dijadikan pedoman agar tidak menjadi ambigu dengan orang-orang dan sekitarnya
Pada hari itu aku merasa sejuk dengan pertemuan ini  yang hanya sebatas untaian kata yang berucap dibalik cadarmu
Selamat sore kekasih,matahari mulai terbenam yang dihiasi senja keheningan dari ufuk barat
Kudengarkan nyanyian yang selalu syahdu mengiringi perjalanan  ini
Apakah kau juga sama dengan yang aku rasakan???








Read more

Saturday, January 28, 2017

Untukmu yang Resah






Terasa gelap malam ini, hanya sinar bintang yang berkilau menghiasi.
Hawa dingin menjadi-jadi diterpa hujan tak kunjung henti.
Awan hitam menggelebu semesta kian menghantui.
Apa jadinya kalau hanya ditemani diri yang sepi, membeku dalam nyanyian sunyi.
Hanyalah bunyi mikrofon spur yang asyik dalam berjalan.
Membekas dalam dahi, merasuk dalam qolbi, hingga menetes menuju pipi.
Mengejar impian membentang dalam samudra.
Mengarungi lautan keterpaan yang sengaja dibuat tabah.
Membelai wajah begitu suram berkaca.
Sudahlah, disana tuhan membuat skenario kehidupan yang lebih nyaman lagi dari pada malam ini, ku temui hiasan yang berujung sengsara.
Ternyata aku belum curhat lama dengan tuhan,keluh kesah ku tidak dilampiaskan padanya, kenikmatanku terabaikan darinya, tak mengahamba yang setulus hamba padanya.
 kurang mendalam mengenalnya, terus menjauh darinya, tak pernah lama dalam munajatnya, hanyalah pendambaan saja yang aku inginkan, sedang aku lalai dalam berkewajiban.
Selamat malam.
Jangan bersedih, karena Allah bersama kita

Read more

Thursday, November 17, 2016

Eling-Eling Lan Waspodo


Bumine Goncang
Wonge goyang
Sak bejo-bjone wongkang lali
Luih bejo wongkang iling lan waspodo
Bumine goncang
Wonge goyang
Manungso ninggal budine
Ingdalem laku sakbendinane
Bumine goncang
Wonge goyang
Manungso ilang manungsone
Bumine goncang
wonge goyang
urip dewe-dewe
lali kaguyupane
bumine goncang
wonge goyang
urip ilang barokahe
golek duek ora onok marine
bumine goncang
wonge goyang
gunung dadi pabrik
 diuruk lemah
bumine goncang
wonge goyang
kursi doyan
gunung doyan
sak bejo-bejone wongkang lali
luih bejo wongkang iling lan waspodo



  1.  
Read more

Saturday, December 5, 2015

Tuhan.....aku berguru padamu ...
bagaimana ,,???
Melihat,,,
Mendengar,,
Merasa,,,
Berkata,,,
Berlaku,,,
Terjaga. tidak di kereta waktu.
Read more