Showing posts with label Malam Minggu dan Jumat Si mancung. Show all posts
Showing posts with label Malam Minggu dan Jumat Si mancung. Show all posts

Monday, November 12, 2018

Malam Getir Membisu



Sunyi sekelilingku, lalu sekonyong-konyong hidung dan kakiku tak berdaya. Hidungku ditekan, kakiku dipegang erat - tak mampu bergerak lagi. "Arggggh", kudengar jeritan dari arah yang tak jelas, dan perlahan suara itu lenyap ditelan malam sejuk kota B.

Di kota B untuk kedua kalinya aku mengunjungi seseorang. "Aku tak suka lelaki apa adanya, namun ada apanya", ia memulai percakapan memecah kedinginan es jeruk yg sedang kuminum sedikit-demi-sedikit. 

Malam itu ia tampak begitu cantik: sinar rembulan benar tak berdaya oleh indah senyum di bibirnya. Ia memakai kerudung merk Zoya, celana jeans bermerk Zalora, kaos gambar The Beatles, jaket denim berwarna biru original yang tak mungkin terbeli oleh isi dompet tipisku."Kau tau sendiri keadaanku kini, hidup segan mati tak mau, aku belum punya pekerjaan", jawabku. Aku hanya memakai pakaian seadanya: kaos oblong, jeans tak bermerk, dan sandal swallow!

"Keluargaku cukup berpunya, sepupuku karyawan bank swasta, yang lainya menjadi pns". Begitu saja ia bercerita tentang keluarganya, tak menggubris jawabanku. "Hari ini pengangguran menumpuk, untuk sekedar jadi buruh pabrik saja, kau harus menyogok seseorang yang memiliki kedekatan dengan pihak perusahaan", kucoba memberi pemahaman utuh.

Aku mengenalnya di suatu acara organ mahasiswa di kota G, dia berbeda dari perempuan yang pernah hadir di hatiku: tertarik pada gerakan mahasiswa, dan sedikit-banyak memilki perspektif progresif, semisal ketidaksetujuannya dengan perjodohan sebagai budaya patriarki. 

Ia lalu bercerita kegiatannya di organ mahasiswa, kedekatannya dengan beberapa senior. "Bangunan senioritas dalam organ kita mempersempit ruang demokrasi, sehingga pendapat yang berbeda menguap begitu saja". Kupasang mimik-wajah serius, sesuatu yang sebenarnya sulit kulakukan. Sungguh! "Lihat pula senior kita yang masuk pemerintahan hanya menjadi cecunguk rezim bangsat!". Tanganku bergerak kesana-kemari mengesankan keseriusan.

"Aku tak paham apa yang kau bicarakan, pengabdian kader kepada organ adalah hal mutlak, kau tentu lebih tahu hal itu", sanggahnya dengan tatapan sinis. "Kau terlalu terpengaruh pada ajaran Komunis yang anti tuhan!". Kujawab sekenanya saja, dan berguman, "anti tuhan, dan antimo!".

Kota B dahulunya basis PKI, yang saat itu mayoritas dari kaum tani. Kaum tani yang tak mempunyai alat produksi langsung berhadapan dengan musuhnya, kelas feodal. Namun kini hanya delusi dan masturbasi pikiran saja jika beberapa orang masih berharap lebih pada kaum tani yang memiliki egosentris, dan menumpuk sawah.

"Kita turun ke bawah, di sini begitu dingin, aku tak sanggup terlalu lama di sini", ujarnya memecah hening. "Kita bisa ngopi, dan menghampiri kawanmu, ngopi bersama saja", sambungnya. Aku hanya memberi isyarat anggukan. Ke bawah yang ia maksud, daerah kawasan kota M.

Di sepanjang jalan begitu sepi, kutengok kiri-kanan jalan. Kau tahu, jalanan di kota B berkelok-kelok dan di sisinya jurang curam nan dalam. Ketika tikungan tajam kesekian, aku melihat kawanku mengendarai motor begitu kencang dari arah berlawanan menabrak motorku. Gelap gulita jalanan, dan aku arahkan kemudi ke arah kanan untuk menghindarinya. 

Jurang yang menganga membuatku terperosok dalam, sekujur tubuhku berdarah, dan dia tergeletak tak sadarkan diri, dipenuhi luka terutama di bagian kepala yang mengalir darah bercucuran. Kusobek kaosku untuk menutupi darah di kepalanya -- yang sepertinya terkena beda tumpul. Jurang ini dalam sekali, aku menjerit seraya menahan sakit. Terus menjerit ketakutan. Gelap semakin menjadi-jadi, aku berlari ketakutan meninggalkan dia. Berlari sekencang-kencangnya tanpa arah, hingga beberapa kali menabrak pohon menjulang. Aku terdiam, terduduk bersandar di tubuh pohon. Aku terasa sepi, masuk ke dalam, terasa sunyi berjalan tanpa arah, tanpa tujuan, kegetiran yang pernah menimpaku begitu larut dengan ketakutan. Aku berjalan pelahan, "apakah ini sebenarnya kehidupan?", tanyaku.

"Arggghh", lalu tiba-tiba suara itu terdengar lagi -kali ini lebih keras. Tanganku serasa dipukul palu godam, diikat rantai, lubang hidungku disumbat lebih keras kali ini dan semuanya terasa redup. 

Tiba-tiba sundal itu berteriak keras tepat di telingaku, "Tangiyo cuk, kon iku ketindihen!"
Read more

Friday, October 19, 2018

Cinta Fiksi Dalam Sekantung Ikan Asin


Pemuda yang redup diantara pemudi itu dikenal, tapi dia terkenal diantara intelegent dan parlementer dengan nama mas geng dia terlihat semangat menjemput pagi. Tidak seperti teman-teman yang sedang tidur pulas. Mas geng sedang meyiapkan sarapan pagi sambil memandang ikan kering yang tergantung di kamarnya. 

Menanak nasi dimulainya, menghidupkan gas dan membersihkan magic com yang telah kusut tak bisa di buat menanak nasi dengan listrik yang terpaksa dengan menanaknya dengan gas elpiji ditutupi penutup wajan. Heheheh

"Engkok masak iwak iki iz, ditambahi sambel goreng" dengan khas jawa yang kian luntur dalam dirinya.
"Oke cak, aku turu sik, lek wis mateng lan siap tangeni" celutuh ku pada mas geng
"Yowis turuo ae aku seneng wesan isok tangi lan bahagiakno konco isok mangan"

Salah satu pencapaian dalam hidup adalah membahagiakan teman bisa makan bersama. Itu telah dicontohkan oleh mas geng pagi itu. Dan entah kenapa dia menebar senyum pagi tidak seperti hari-hari sebelumnya. 

"Ayo iz wis mateng ,ayo eksekusi lan jok lali dungo sik" terliham anggun membangunkan berlogat ustadz bernuansa religi.
"Oke cak, wis enak ambune sampek kne" padahal ambune yo sangit lan berbau gosong. Hahahha
"Tumben isok tangi isuk cak, lan semangate menggebu koyok apene aksi nak pemkab? " Tanyaku pada mas geng
"Iya dong aku kan habiz diberi hadiah oleh seorang yang aku cintai diam-diam"
"Walah rek, sekarang kau mulai populer dikalangan pemudi mas geng, selamat ya"

Sekian lama aku mengenal mas geng begitu redup hidupnya dalam persoalan cinta. Tapi hari itu dia memberikan bukti real dan fakta bagiku. Bukan terus ilusi seperti lagu hijau daun ilusi tak bertepi heheheh...

"Kamu tau iz, meski ini tidaklah barang mewah dan mahal harganya, aku sangat bangga atas pemberiannya." 

Ini adalah perjuangan dari mas geng dibalik kesuyiannya bersama perempuan yang ia cintai. Meski terkadang sorotan temannya yang meremehkan dia, karena dalam keseharian medsosnya hanya diwarnai para pejaka dan pemuda yang ngajak ngopi atau diskusi. 

Begitupun pada ngopi dia sangat jarang menceritakan wanita pujaannya. Bermalam pada ngopi pun itu hanya sekedar bahan kejenuhan dalam warung kopi. Jika telah menceritaka sosok perempuan yang menarik. 

"Jadi iz jangan meminta lebih pada cinta kita, semampunya menikmatinya, karena jika tidak kau akan terjebak pada hal absurd pada cinta"
"Wah, ngopi ku harus bermalam suntuk bersama mu mas" balasku.
"Iya gampang, ngopi nanti akan kau temukan bahwa cinta itu adalah anugerah yang dinyanyikan pada diri ini."
"Siap mas geng, makasih banyak ya cintamu sungguh menghidupi aku"

Dengan hubungan cinta mas geng setidaknya bisa mencerminkan pada kehidupan untuk bisa dimuat dalam pikiran bahwa cinta itu usaha untuk terus menghilangkan kemanjaan pada wanita. 

Dan pelan-pelan mas geng hidup menghidupi dalam kalangan pemudi atas cinta yang sederhananya.
Read more

Monday, October 15, 2018

Pekerjaan Move On Yang Melelahkan


Di rumah kos teman dekat kampus ternama malang itu aku berinap diri dua hari satu malam. Suasana malang sebagai pusat pelajar, dapat aku lihat jejeran kampus berdampingan dan perkumpulan mahasiswa pulang pergi dari kos, warung kopi, dan base camp organisasi.

Aku baru saja datang pada kota yang identik metropolitan ini untuk mengantarkan temanku berkunjung kepada saudaranya, sekaligus aku juga punya saudara kuliah di Uin. Mulai kampus yang paling besar sampai kampus yang ternama diceritakan oleh teman alumni pondok yang saat ini bergelut sama denganku PMII. meskipun dia temenku kuliahnya di swasta tak membuat dia minder bersama teman-teman sebayanya yang kuliah negeri. 

Pada saat itupun aku kenal pada perempuan yang sengaja kenalan di Gresik ketika sama-sama menjalani pelatihan organisasi PMII. Dia kuliahnya di Uin malang, aktivis perempuan yang selalu aktif dalam gerakan pada organisasi dan pengkaderan pada anggotanya. Aku mungkin baru mengenal sosok perempuan yang selalu enjoy dan terbuka padaku. Dan ceritanya selalu terbawa pada cekikik dan gombalis.Karena memang dia cantik dan anggun. Hahahha

"Malam minggu kemana fir, aku di Malang"
"Oke , sek iz, aku ada acara organisasi, pastikan kita ngopi ya"

Dia menguatkan kalimat "ngopi" untuk bisa bertemu dan kumpul bareng. Kan meski tak bisa bersama terus, kopi kita pernah berjejer bersama. Itu kata-kata habibi yang selalu memotivasi aku. Dan memang dia sangat lihai dan piawan pada wanita. Barisan mantan sudah seperti bentangan sawah yang dimilikinya. 

Aku tetap saja di kos menunggu ada kendaraan untuk keluar ngopi. Malam bertemu malam yang aku rasakan di malang itu. Siang di kamar, sampai lupa bahwa matahari telah terbenam dari ufuk barat diganti bulan kesinaran. Kesinaran pada raut wajah dia yang aku bayangkan sambil menunggu apakah ia benar bisa datang ngopi bersama.

Aku pun berangkat saja dulu bersama rival teman ku, sambil memberikan lokasi ngopi kepada firriyah temanku perempuan aktivis itu. 

Akhirnya Dia pun datang dengan motor kesayangannya yang dibawa kemana-mana. Dan gabung ngopi bersama teman-teman.

"Ngopi disini sangat asyik dan menyejukkan ya"
"Iya la iz kan kota malang dingin, ya mau tak mau sejuk itu hadir dalam diri ini"
"Adem dan menyenangkan ya fir, kayak memandangimu hari ini"
"Hahaha......iya lha aku kan cantik"
"Memang dan cantikmu alami"
Percakapan itu berhenti kala sama-sama menghirup minuman yang sudah disediakan di warung kopi.
"Kamu tau iz, aku sekarang lagi susah move on"
"Hebat lho, cintamu kekal, tapu belum ikhlas menerima kenyataan" imbuhku padanya.
"Ya aku baru saja punya hubungan, tapi kandas di tengah jalan, sedihnya aku belum bisa mencari seorang sama seperti dia"
"Heheheh.... prestasi cinta mu sudah mulai tumbuh hampir pada tahapan saling mecintai dan dicintai."

Sebuah perjalanan percintaan tak akan pernah habis dari warung ke warung, kota ke kota sampai pelosok desa. Dia sangat banyak mempunyai teman termasuk aku. Perjalanannya ditempuinya dengan sepeda motor pribadinya kemana-mana. Membangun jaringan, saling kenal dan saling tukar pikiran kala bertemu. 

Tentunya ngopi selalu ada setiap perjalanan itu. Menghilangkan penat pikiran serta tanggung jawab pada organisasi. Tanpa mengurangi rasa kecintaan pada ngopi bersama. kiranya bisa membuat move on bertambah pada kualitas diri, bukan untuk mempromosikan diri untuk dicintai, melainkan menyembuhkan luka hati yang terus berilusi. 

Memang benar kata temanku sofyan, pura-pura bahagia itu membutuhkan energi extra. Yang terus melangkah dari hari sampai berlelah pada ingatan si doi. Itu sangat memuakkan. 

Sepertinya dunia belum bisa mempertemukan cintamu ketika hanya sibuk sana sini tanpa suatu misi. Akan banyak orang yang mengantri cintamu karena kemapanan misimu. Dan terkadang hidup tak selalu masalah cinta, pakaian kotor belum dicuci, uang saku tak kelar bayar hutang, lapar yang terus ada tanpa meminta, sedangkan teman terus ada dan berasa.
Read more

Sunday, September 30, 2018

Bersama Bayangan Pertemuan


Dandanan mu masih asri serasa pas wisuda dik, 

Itulah pertemuan ku bersama wanita yang sedang akan berangkat ngabdi di luar kota. Dia bersama ku duduk berhadapan di warung kopi yang terbaru daerah Gresik. Dengan budaya khas ngopi daerah ini selalu ada yang baru dari jejeran warung ke warung sampai cafe pun sudah mulai lengkap dengan musik dihiasi panorama warna-warni lampu. 

Aku pun memesan kopi pada pelayanan baru itu, "aku kopi susu ya mas, kamu mau mesan apa dik?" Pesan tertulis oleh kasir. "Aku sama sepertimu pokoknya sama" balas dia yang senyum manis di depanku. Padahal aku sebelumnya telah menuntut untuk berbeda. Pokoknya jangan pesan kopi yang memang aku rasa tak pas bagi dia. kopi yang belum pernah aku mengunjungi warkopnya. Aku tetap saja bahwa kopi belum cocok bagi perempuan yang baru sekali aku ajak ke warung kopi.

"Makasih ya dik, telah mengisi waktu luangmu untuk ku" 

Waktu itu aku sangat banyak ucapan berbagai kisah pada pengabdianku. Sebegitu antusias aku dalam bicara empat mata bersamanya, sama balas begitu aktif menggelora. Saran menggebu olehnya untukku yang memang saat itu moment bagiku untuk berlayar memantapkan agenda selanjutnya. 

"Jadi kamu sudah bebas beban atas orang tuamu di sana dik" 
"Iya aku sekarang sudah bisa hidup dan menghidupi ku atas pengabdian yang diberikan"

Aku mendengarnya begitu bangga olehnya, naluri ku langsung saja menggumam betapa hebatnya wanita ini sudah bebas atas tanggungan dari orang tua. Tidak dengan ku yang masih saja terpikir oleh seorang adik yang yang selalu terpukul beban pikiran dipondok, tak kunjung betah lamanya ia mondok menjadi aku mati suri  surut langkah ku. 

Kebahagiaan ngopi bersama tak begitu aku merasakannya, ketika ada telpon dari kawan pondok yang dipinjam hpnya oleh adikku. Terus saja ingin aku kembali dan ingin disampingnya.

"Ya kamu sebagai kakak, harus nurutin kemaunnya, ada waktu untuknya, dan terus sabar sambil pelan-pelan bilang pada adikmu mondok itu enak" ia menasehatiku begitu asyik dan menawan akan senyum serius memandangku. 

"Iya dik, makasih ya insyallah aku jalani bertahap ini" 

Dan tentunya ini adalah tugasku untuk dewasa padahal secara alam bebas aku tak ingin dewasa. Heheheh... percakapan bersamanya tak begitu lama. Tidak sama bersama teman-teman ku biasanya sampai Subuh, dan paginya meneruskan mimpi diatas bantal dan sajadah. Hahahah....aku sama ridho atasnya, layaknya orang tua ridho  bersamaan anaknya. 

Tak sampai larut malam aku bersama dia. Karena memang dia akan berangkat ngabdi ke luar kota. Begitulah pertemuan eksistensi dirinya untukku. Mengaduh berhati-hatian, mendekap sayu oleh bayangan itu. 
Read more

Wednesday, September 26, 2018

Pesona Wanita Tiada Tara


"Aku hanya ingin mencinta, selebihnya terserah". 

Sinar matahari akan terbenam di ufuk barat lautan. Rapat tahunan organisasi pun usai seketika. Rapat kumpul sekaligus reunian angkatan 18 sekolah aliyah. Mulai panas sampai hangatnya matahari kami rasakan untuk kebersamaan itu.

Momen ini sangatlah istimewa dibandingkan rapat pada umumnya. Karena aku, dan teman-teman berkumpul bareng bersama perempuan hahhaha....ya dibilang mengesankan karena santri jarang bertemu di pesantren. Kalaupun bertemu itupun bercadar. Sungguh asyik dan nyata. Kebersamaan itu telah lama dirintis dan diciptakan oleh kegiatan dalam organisasi. Sekarang mengembangkannya dalam dunia luar pesantren. 

Teman-temanku telah bersiap kembali ke rumah masing-masing, ada juga yang kembali ke pesantren. Sebagian pun ada yang alumni lama dan baru. Baru wisuda baru menjadi alumni hahahha...

Sepeda Motor telah dihidupkan oleh masing-masing temanku. Tidak dengan teman perempuan ku yang aku kenal di kampus. Finul (nama samaran) ia tokoh gerakan wanita pada organisasi ini sekaligus komedia wanita yang aku temui di perjumpaan ini. Olif (nama samaran) sosok pendiam namun ulet dalam pekerjaan. Sangat titeni pada kebendaharaan dan administrasi. Dan yana (nama samaran) teman angkatan paling kece, ia baru saja menjadi pendamping peserta Asia game di jakarta, ia pun tokoh aktivis perempuan dalam organisasi jurusan di kampus dan luar kampus. Satunya aku lupa, berbadan berisi, sosok penyemangat kaum wanita di perjumpaan ini.  

Keempat wanita itu aku dampingi bersama temanku pria dalam perjalanan kembali ke rumah temannya di Madura. Rumah yana tepatnya.

Sepeda melaju berkecepatan 60, 40 melewati jalan perumahan menuju terminal Purabaya. Aku pun sangat beruntung saat itu, karena aku dapet mengantarkan seorang kece itu. Seorang yang mengenyam pendidikannya di kampus ternama membuat aku semakin PD bersamanya. Menayakan aktivitas dan kesibukannya sampai pada kekasih gelapnya awawawa....

Dan aku anggap apa ini pencapai kecil dalam berteman bersama wanita. Duduk bersama di sepanjang jalan bersepeda. Sampai akhirnya aku bersamanya melewati jalan luar umumnya ke terminal. Edisi mumpung ini berputar-putar mengelilingi jalan putar balik terminal purabaya. Sampai teman lainnya menunggu di parkiran. 

Aku pun berkata kepadanya " nanti foto bersama ya sebelum naik ke bis" . "Oke sipp, " senyuman khasnya membeningkan mata ku yang banyak dimasuki debu. Yang memang helm merk Honda yang ku pakai sudah kusut dan kacanya berwarna putih samar-samar membuat aku membuka kaca helm sepanjang jalan. Melihat langsung pemandangan pekerja pada jalan tol proyek pak jokowi, mobil warna-warni menghiasi penumpang hulur kemari.
Perjumpaan ini benar-benar membuat aku mencinta, apa saja aku akan kulakukan untuk mencinta pada teman-teman pria dan wanita.

Begitu sampai di terminal teman-teman antusias melambaikan tangannya. "Sini-sini, ayo" "foto dulu ya nul" aku membuka helmku dan bersiap foto bersama. Seketika itu yana yang menjadi akomodir peran selfi dan aku mengikuti dari belakang.
"Bentar-bentar yan, aku gak kelihatan" bentakku dari belakang teman 6 itu. 

Bluuuuuurrrrrrrr......

Suara air mengenang pada kaki ku, menguap deras seketika naik ke kakiku yang dikelilingi dedaunan kering bercampur pasir menghitam. "Asem...banyu got rek" 

Semua temanku tak kecuali tertawa lebar sampai giginya kelihatan semuanya, ditambahi kata tewel, tolol, oon. Itulah senyum keihklasan bagiku. 

Untungnya tak banyak orang yang melihat adegan itu, kalau pun ada paling hanya senyum dan pergi. Tidak dengan temanku sambil melongo ke arah simbo tanda "sepatu no entering".

Temanku saja ada yang mau bilang awas ada got iz, eh ketika tiba pada kata ada kakiku sudah menyelamnya. Mendapat pasir dan aroma got hahahahah..... 

Kalau sudah ada wanita, begitu lupa apa disekelilingnya. Begitupunu aku yang antusias pada teman perempuan atas pesona nya yang tiada tara.


Terminal purabaya Bungurasih, 26-09-2018.16.37
Read more

Tuesday, September 18, 2018

Cinta Mati Lampu


Sore menjemput petang, pesta yudisium pun usai. Teman-temanku segera menyiapkan diri untuk rutinitas.  Yaitu ngopi, pergi ke warung kopi cerita mimpi dan cinta yang begitu misteri. Tempat yang  biasanya teman-teman ku membuat skripsi. 

Malam hari Selalu ramai oleh pengunjung datang dan pergi ke warung itu. Pria atau wanita berseduh nikmat dalam satu meja didepan kopi. Ditemani lampu pijar kekuning-kuningan menyinari tempat itu. 
Teman-temanku pun ada yang telah membawa sepeda berangkat yudisium sebagai alternatif mulus menuju warung kopi. 

Blub.....semua lampu penerangan di warung itu mati, persis seperti kepekatan hitam  kopi didepanku. Tak menjadi aku dan teman-teman ku hitam pada panorama wanita hahaahha...

Suasana pada malam itu pun tak terlepaskan oleh pandangan teman karib ku yaqin yang akan tajam pada penglihatan wanita. Tetap saja ia mahir pada wanita yang ditujuinya sambil bisik-bisik kepadaku. Aku bersamanya duduk di bagian kanan pojok pinggir warung yang di depan meja kami ada seorang wanita asyik ngobrol bersama temannya.

"Wah... Peluang emas iz, tak ada lelaki disampingnya" sahut yaqin menerpaku
"Waw...its beatiful women man" sahutku

Ini adalah sebuah bentuk implementasi keilmuan dalam diri yaqin. Yang setiap pergi ke warung buka You tube rayuan gombal atau tip memikat wanita dalam 15 menit. Dalam video koleksinya pun banyak istilah frank. Aku mengerti istilah itu ketika yaqin asyik memainkan video durasi 10 menit di hpnya. Istilah ini adalah pendekatan kepada wanita untuk mendapatkan daya tarik kenalan bersama wanita.

Maka Yaqin pun menghampiri kedua wanita itu, berkomat-kamit dengan tenang bismillah...yehhh...berhasil...
Rumus tutorial bercinta dalam video itu pun berjalan baik. Sampai larut dalam obrolan asyik ia bersama kedua wanita itu. Tak heran sebagai tutor of english di pesantren ia kemukakan bahasa ratu elizabet di depan kedua wanita itu. Dan ia pun patut diapresiasi sebagai duta English warung kopi pada malam ini. Heheheh

"Lanjutkan sampai kau ketuk dan wanita membuka hatinya padamu.
"of course" yaqin menaikkan kepala kepadaku.

Ini adalah perjalanan kelanjutan sekaligus perayaan malam tahun baru berseri-seri bersama wanita. ia kembali membuka lembaran baru dan mendata list nama wanita di pikirannya yang rencananya akan kawin bersama 4 wanita. Hohohoho

Bersamaan pada suasana lampu mati yang sangat dominan untuk bercengkrama antusias me pada wanita. Karena memang hubungan intim itu tak perlu banyak pandangan dari mata-mata teman atau orang sekitar. 

Asyik dan saling tukar nomer telepon, saling beri akun ig, fb. Yang ia dapatkan pada malam itu. Lama berdendang lagu dangdut nela kharisma yang kuputar selesai sudah, dari tembang jaran goyang sampai prei kanan kiri. Aku pun mengajak teman yang lain beranjak pergi karena sangat tak kondisional bagi ku malam lampu di warung itu. Hp ngedrop dan bingung tak ada kerjaan selain retorika teori bercinta wanita dari masa ke masa bersama kawan ku yang banyak koleksi mantannya. Hehehheh 

Dan aku senang dan bangga atas usaha yang menggebu-gebu padanya, biarlah ia menikmatinya. Tak pantas dan buruk perilaku jika aku hanya ingin mengambil buah darinya atas perolehan nomer dan sosmed wanita itu. Sampai ia merajut kisah asmaranya bercinta.

Read more

Saturday, September 8, 2018

Karena Cinta Membunuh Segalanya



            Di malam yang tenang ditemani musik  dangdut ala Nela Kharisma dan Via Valen menghibur diri dalam kejaran waktu menyelesaikan tugas akhir kuliah. Kali ini Bogel sangat membutuhkan teman-teman kelasnya untuk membantu penyelesaian tugas akhirnya. Yang disusunya pada cover kuning untuk fakultasnya. Karena memang relatif lama bogel tak duduk dan saling cerita bersama temannya itu paling hanya di selancar medsos saja setelah satu semester memang tak ada kuliah. Teman-teman bogel pun ingin juga bertukar dan saling membenahi tugas akhir yang memang sama fakultas tentunya sangat mudah untuk selesai. Sayangnya pada sore itu hanya teman perempuan bogel saja yang datang. Teman lelakinya ada yang sibuk cari TTD, ada juga yang lelah setelah loby tentang semester pendek. Alhasil bogel pun menemui temannya, duduk bersama di warung kopi tengah kota itu. Ya memang sangat cocok berkumpul di warung karena memang status dari kota gresik ini kota sejuta kopi hahhahahah.....
            Tak lama bogel bercerita permasalahan tentang skripsinya, dan satu sama lain telah ada yang konsultasi kepada dosen pembimbingnya. Bogel pun ingin tau secara fungsional membuat tugas akhir yang ideal seperti teman-temannya.
“gimana tadi soal pembuatan metode penelitian?” tanya bogel
“ya lihat saja ini aku dapet kemudahan dari dosen pembimbingku tadi” jawab teman bogel dengan penuh semangat agar memudahkan bogel
Tidak pada teman bogel yang sibuk membalas chat pasangannya. Dia tak seberapa antusias dalam masalah kebersamaan pada teman. Yang memang statusnya sudah menjalani hubungan dengan teman bogel. Ya bogel pun sangat bodoh jika harus membuka pertanyaan kalau mengganggu hubungan asmaranya. Hanya lihat laptop,buka pesan yang masuk,  itu berkali-kali yang dilakukan olehnya.
“ciye-ciye, seneng ya sudah gak jomblo lagi” bogel membuka percakapan kepadanya.
“iya lah gak kayak kamu, muka ganteng gak payu-payu hehhheh” jawabnya
Oh my good its right, sangat mengenai sanubari bogel yang selalu kandas oleh percintaan.
Suasana saling khusuk kepada layar didepan masing-masing. Bogel meneruskan menyalahkan rokok sebatang lagi menemani temannya. Tak lama kemudian, angin amarah nan musibah menerpa bogel. Pacar temannya mula-mula ada di depannya sambil berkata “ awas ya, ingat wajahku ini.” Ucapnya pada bogel dengan wajah merah mendarah membuat bogel naik turun darah dan jantung berdetak keras bukan karena ditembak cewek, tapi karena dapet bom monotof dari temannya sendiri. Dan passangannya pun mengajak teman bogel pulang bersamanya. Bogel dilanda perasaan yang sangat memiluhkan pada perayaan malam minggu yang berseri-seri. Sungguh malang nasib bogel kala itu. Tidak cukup didunia nyata, di pemberitahuan pesan masuk pun ia di caci maki habis oleh kalimat bernada tinggi. Sampai bogel pulang dengan hati yang penuh hinaan oleh dirinya.
            Sebegitu kompleks kisah yang dialami oleh bogel dalam dunia percintaan yang sungguh ironis dan penuh kejutan. Memang sangat disayangkan kalau hanya soal bertemu teman menjadi prasangka yang menyebabkan putusnya kekerabatan atau pertemanan. Bogel memberi pelajaran bahwa pentingnya membangun  komitmen  bersama orang yang dicintainya. Berdasarkan pengakuan teman bogel pun( inaw) : nama samaran ,percaya akan ada kesetiaan pada cinta sejati jika saling mengerti dan memahami mengingat memang dunia anak muda penuh higar bigar percintaan. So betapa banyak nikmat waktu muda. Dan semua ada tempat dan waktu masing-masing.
            Atau juga dari pengakuan teman bogel lagi, ya dibiarkan aja lah , kalau sudah mempunyai rasa kepercayaan antara dia dan pacaranya. Memberi kepercyaan kepada dia, yang akan menjalankan amanah itu. Jika memang sukses dan jika lolos menjalakannya, maka kelak akan ada surga masa depan bersamanya. Tambahan lagi selagi ketika keluar dia minta izin keluar sama siapa diperjelas kepada doinya. Teman bogel (Mufidah) : nama samaran, aku tidak  suka mengekang orang .begitupun sebaliknya. Setidaknya mengetahui batasan-batasan teman cewek itu sampai mana begitupun sebaliknya. Intinya saling percaya dan mengerti , ingat gel bogel!
Lain lagi dengan pengakuan dari teman bogel (Amin) : nama samaran, Jika dia melarang maka dia seperti anak kecil, cinta itu saling membantu satu sama lain bukan saling melarang satu sama lain. Kalau dia bisa berfikir dewasa maka di perboleh.Wisuda bisa membuat orang tua kita menangis bukan karena kegagalan melainkan hasil kerja keras dia. Maka dari itu hakikat cinta bukan dari otak dan hawa nafsu melainkan dari hati untuk saling mengerti satu sama lain. Yang memang Amin sangat paham dunia dengan percintaan setelah menanam benih dari pada mantan yang semuanya bebas dan mencerahkan katanya lagi kepada bogel.
Yang terakhir dari teman bogel yang ditinggal mantan menjadi guru profesional hari ini, lantaran si do’i saat itu tak ingin diajak makan nasi warung jalanan. Sungguh miris jadinya huhuhuhu.... (Iqod) : nama samaran, dia menuturkan pada bogel “untuk suatu ikatan  pacar atau gebetan kita gak perlu memaksakan kehendak pasangan kita.biar dia bertindak apa yg dia inginkan. karna kitapun belum berhak untuk melarang cuman yg perlu di ingat adalah satu komitmen. kita tidak usah terlalu mengekang yg penting ada kesadaran bahwa dalam sebuah hubungan harus ada komitmen. karena yg di khawatirkan kalau ada larangan nanti hubungan itu terasa mudah bosan disebabkan overprotektif”. Dengan sebuah penelitian yang dilaluinya sampai menjadi guru  tentunya kata-katanya pasti ada ilmiah seperti mahasiswa pada umumnya, eits... semoga saja mahasiswa itu benar akan keilmuan teori dan prakteknya hehheheh... tambahanya lagi  “butuh yg namanya pengertian dan saling memahami oleh pasangan. karnanya layak bagi org berhubungan pacar/gebetan ini untuk saling mengetahui bagaimna karakter yg di punya. krna penyatuan prepektif ini berguna bagi kelanjutan hubungan kedepannya”.
Dan akhirnya semua akan cinta pada waktunya,bukan membunuh segalanya. Terimakasih cinta yang telah membesar dalam hati seorang pemuda layakya bogel yang terus mencicipi manis dan pahitnya cinta. Biarlah kau rasakan hinaan temanmu jika kau hadiahkan kepada sahabatmu indahnya  sebuah persahabatan


Read more

Saturday, September 1, 2018

Antara Pujian Dan Ujian



    Malam minggu biasanya aku menulis tentang keresahan hati pada seorang wanita atau sekilas cinta dengan seorang wanita. Hari ini momentum indah bagiku atas cinta dari seorang yang dekat denganku, sahabatku, teman karibku, dan teman-teman ku. Yang menyampaikan salam bahagia atas kelahiranku. Iya tepat malam minggu ini hari lahirku yang umur ke 22. Banyak sekali teman yang kukenal hingga teman yang tak dikenal dimedsos memberi ucapan selamat dan pemberian dukungan untuk aku. Baik itu semangat, Barokah, sekaligus pelajaran berharga bagiku untuk saling menghargai, mengasihi, dan menghormati sesama insan. 
   Berbagai macam bentuk frase yang dikutipkan oleh teman-temanku baik dalam suksesnya akademis sampai memulai hidup baru didunia pekerjaan dan keluarga hihihi...
  Momen ini juga bertepatan pada penutupan sea game esoknya artinya hati ini juga harus ditutup oleh nafsu sesaat, menutup hati pada wanita, yang berkali-kali aku tersungkur oleh rasa cinta itu, menutup semua akses hubungan yang telah mencederai ku, menutup keburukan seorang teman atau musuh yang terang, menutup kemustahilan harapan dengan wanita yang kerap kali mengganggu ingatan. Itu sebuah demi kebahagiaan yang akan aku jalankan dalam kesendirian ini. Mulai lah pintu hati ini kututup dan kisah cinta yang pada akhirnya hanyalah ilusi dengan semangat baru oleh dukungan teman semuanya. 
   Dan juga malam ini adalah malam spektakuler dengan maraknya pemuda-pemudi asyik nongkrong di cafe-cafe bersama pasangannya, bercengkerama bermesraan satu sama lain. Warung kopi jajakan hanyalah berisi orang tua dengan meringankan beban tanggungan dengan seruputlah kopinya. Karena anak muda sudah tidak ada gairahnya kepada warung pinggir jalan yang menyajikan beberapa makanan dan minuman klasiknya. Aku pun menginjakkan pada tempatnya anak muda itu bersama teman sekamarku, Yaqin, Makin, Subhan, Hamdan Dkk. Semuanya dengan membawa alat hubung masing-masing. Ada yang meneruskan revisi skripsinya, ada yang cerita kawinan, antara ketidakcocokan pasangan sampai Nella kharisma yang sudah dipinang oleh partner gendangnya mas malik yang kata temanku lebih ganteng aku hahahahah....Sungguh tuhan maha asyik kala itu, asyik menciptakan dan menjadikan. 
     Aku menikmatinya malam ini bersama teman-teman yang menjadi tanggungan bayar ngopi hehehe....atau bancaan kecil-kecilan. Walaupun ada rasa sedih mendengar kabar dari pesan wa adikku yang dipondok minta temui, menyuruhku untuk kembali dan kesana. Yang malamnya baru saja tidur bersama di kamarku. Mungkin karena belum betah di kamarnya, selalu ia ke kamar ku, dan menyuruh aku kembali dengan aktivitas di luar. Sedih memang tak bisa berkumpul dengan orang kesayangan apalagi sedarah dan sedaging. Hanya saja aku tak bisa dan lemah dalam hal selalu diasihi setiap waktu. Aktivitasku tidak hanya melulu di pondok. Kurang ajar memang perilakuku ini. Inilah kenyataannya. Bergelimpangan rasa bingung dan sakit pikiran pada diriku. 
        Oleh karena hal yang menyakitkan hati sampai hal membuntukan pikiran aku menguntai malam mingguku dengan banyak pertimbangan atas perilaku, dan sikap ku pada semua orang. Khususnya pada wanita hehehhe... 
         Inilah yang namanya ujian dan pujian 

Read more

Saturday, August 25, 2018

Sudahi Dulu Bercinta

   
       Malam minggu selalu mempunyai cerita unik, ada yang menyeduhkan rindunya dengan akses sambung internet video call atau chat tak ada hentinya sampai pada ucapan selamat tidur, mimpi indah buat si doi. Seperti biasa kampus ramai oleh semester akhir yang sedang berjuang pada injury time atas tugas skripsi dll di sebuah rentetan kursi bersambung tepat di depan kantor. Perjuangan demi perjuangan bagi mahasiswa yang masih terbelit kendala oleh suatu persyratan untuk wisuda. Semua serentak dengan nada semangat oleh teman, keluarga, kerabat, dan doi. Aku berulang kali mendapatkan info update doi teman-teman ku, apalagi sebagian dari temen-temen angkatan sudah banyak yang memulai kehidupan baru bercinta mesra pada akad nikah. Indah kan..
       Saat itu aku sedang bergelut dengan layar lcd laptop berharap bisa munaqosah sukses sampai wisuda amin.. teman baweanku sarif namanya membantuku dengan keahlian editor yang ia miliki. Dia mulai menyodorkan hpnya yang didalamnya ada foto wanita " gimana bang dia sudah bersanding sama orang lain" katanya sambil minum pocari penambah energi "wis gak wayahe, la benni rajekena " balasku sambil meneruskan catatan kaki di skripsi. Wah...."la sekarang sama siapa kamu bang" lanjutnya. "Aku tak ahli dalah hal itu bang, berkali-kali aku mencoba nyaris tak ada yak kena hatinya" jawabku hehehhehe... Ya memang menjadi momok istimewa cerita wanita dimanapun berada. Membuat kebahagiaan tersendiri bagiku meski aku belum mencapai pada tahap itu. Heheheh...
        Aku pun memulai suatu pelajaran atas yang namanya cinta, jedapun kurasa pada saat ini, kala sebuah harapan untuk menggoreskan suatu nama berbalik pada suatu kenestapaan tanpa ada kemesraan. Berhenti dalam titik kesadaran bahwa yang namanya cinta itu bukan membunuhmu tapi menyanjungmu dan meninggihkanmu meski itu berasa atau tidak, terbalas atau tidak, semuanya harus diterima suka cita. Seperti air hujan yang terus membasahi dan menyuburkan tanaman. Aku lanjut ke perbincanganku pada syarif, "kalau kamu gimana? Sekarang sama siapa?" Tanyaku." Aku enggan untuk bercinta sebelum aku merasakan kejernihan pada sebuah hati bang" jawabnya. Wah tinggi benar apa yang diutarakannya. Kalau dalam ilmu masuk kategori tasywuf (ilmu batin). Dan itu benar, dasar atas cinta adalah hati, apapun kondisi, dan apa yang dimiliki oleh seorang tak menjadi hati itu nyaman dengan sebuah keadaan yang terpampang didepannya. Disinilah mungkin letak dasar "cinta apa adanya" "cinta itu buta" hanya saja ini tak berlaku ketika si doi terus menyapa pada sebuah identitas dan kemewahan bukan pada suatu kebutuhan. 
Syarif mengisyarakatkan padaku untuk mempunyai sikap netral dan tak berlebihan dalam sesuatu. Mungkin ia benar, karena aku mudah terjebak oleh suatu pelampiasan yang terus dibutakan oleh sebuah nada-nada asmara seperti lagu tasya rosmala kasih tak sampai hahahahahah
      Atas dasar itu aku pun teringat akan diriku yang selalu rindu pada seorang, dia adalah orang yang sangat aku kagumi, aku banyak belajar atasnya. Dengan kegigihan dan prestasinya membuatku aku jatuh padanya dan tak mampu bangkit lagi, telah didekap oleh sinar wajahnya. Senyuman merona di bibirnya yang lentur bagaikan sumber mata air yang terus mengalir. Teduh menghiasi awan gelap yang disinari bintang-bintang di ketinggian.hehehhe....
       "Bangun-bangun bang sudah pagi" syarif membangunkan tidurku, dan langsung ambil wudhu, karena memang aku belum sholat isya' astagfirullah..

Read more

Sunday, August 19, 2018

Tidur Panjang atas Penjara Kenangan


          Semua orang tak terlepas dengan kenangan hidupnya, baik itu baik ataupun buruk, bahagia ataupun sedih, semua dirasakan jadi satu kesatuan dalam diri seorang. Ada yang memperbaiki dan ditinggalkan untuk sebagai pelajaran yang berharga. Kebersamaan bersama keluarga, saudara, kerabat, dan teman-teman pasti mempunyai kenangan yang menyertainya. Apalagi dalam urusan hubungan percintaan adalah hal yang sangat fundamental kata teman Hamdan GU julukannya, karena dengan kegirasannya pada sebuah gerakannya. 
          Berbagai macam dalam mengahadapi sebuah kenangan tergantung oleh pribadi masing-masing ada yang bepergian jalan-jalan, ada yang menyendiri di sudut kamar, ada yang bercurhat untuk solusi yang ditemukan. Sedangkan aku memilih tidur untuk suatu kenangan percintaan  yang selalu terpikirkan, tidur pada hari ini adalah tidur panjang untuk menuntaskan diri pada kebodohan oleh cinta hahhahah tidur mulai pagi sampai sore tiba, mandi dan berserah pada sandaran sajadah yang rindu oleh sang maha kuasa. Meminta yang terbaik untuk hambanya. Meskipun perlahan kegiatan di pondok tertinggal, kewajiban bagi diri sendiri jangan sampai tertinggal. Lanjut pada malam panjang dengan mencari suasana segar di sebuah tempat, memesan kopi dan air mineral sebagai persiapan energi untuk berani gerakkan badan. 
          Oleh karena itu, aku merasa terpenjara oleh suatu kenangan yang begitu aku sayangkan dan rela melepaskan. Namun inilah kenyataan yang ada, semua tetap terima selagi bisa "nyaman" dengan apa yang dirasa hehehhehehe.... Mungkin tidur adalah kepergian untuk seorang yang dirindukan bukan untuknya. Berbahagialah diri dengan segala apa yang dirasakan, karena bahagia tak mampu mengukur nikmat yang maha kuasa. Dengan terbebasnya atas kenangan kiranya perlu tidur panjang adalah solusi efektif dilaksanakan coba saja hehehuehuhe..
Read more

Seduh Sudah Duhai Asmara



Sabtu, 18-08-2018
              Cantik sekali nomer pada tanggal, bulan, dan tahun yang bersandingan di angka 8 itu. Maka tak heran banyak yang buat status dengan menggunakan moment itu. Termasuk juga Yaqin temanku. Usai setoran labbaik hafalan aku dan dia seperti biasanya menjedahkan aktivitas di sebuah warung kopi. Kali ini dia bersama teman se jurusan untuk melajutkan tanggungan skripsinya. Seperti biasanya setiap perjalanan bersama nya dia selalu tebar pesona dengan wanita yang ia jumpai. Dengan suara siulan menyapa si wanita. Memang dia sangat ahli dalam merayu dan gombal. Setiap di warung kopi sebagai pemanfaatan wifi yang diganti dengan kopi dia terus megoleksi video gombalan dan film-film cinta. Sampai dia hafal film asmara percintaan di Indonesia.
           Tak sengaja sebelum aku dan Yaqin menunaikan sholat Isya' ku lihat hpnya, dan aku langsung menyodorkan tangan ke aplikasi WA, ya bisa jadi keakraban teman yang begitu adanya bisa dilihat dari aplikasi wa atau medsosnya. Artinya dia sangat tidak khawatir dengan orang yang selalu melihat medsosnya karena kedekatannnya dan kebersamaannya. Ini juga meminimalisir adanya sesuatu yang disembunyikan. Karena jika itu terjadi bagiku pertemanan iti tak begitu mesra, yang kadang dari belakang diam-diam sangat meruntuhkan dan membahayakan. Apalagi dengan nanti urusan soal asmara percintaan. Hahahhaha
          Mulai dari 3 hari yang lalu dia selalu ceria dengan senyumana yang khas melihat layar di hpnya. Meskipun dia terbelit masalah akademisi  perkuliahan dengan nilai pelajaran di kampus, yang keseluruhan totalnya bisa dijadikan mahar oleh seorang yang ingin nikah.  gundahnya kepadaku dan teman-teman di warung itu.Ternyata Yaqin mempunyai kenalan baru, yang tak sengaja aku melihatnya, yang sebelumnya dikenalkan oleh dia. Dengan basa-basi dan saling perhatian bersamanya aku menemukan ide dari dia. Tepat sekali moment pada malam ini adalah malam agung para remaja, ya malam minggu, biasanya dengan sebuah aktivitas yang sangat berkesan dan terkenang bersama sang pujaan. Dan yang jomblo sepertiku ya sabar saja la, karena kenikmatan itu bukan saja dengan berpasangan, duduk bareng sama teman juga bisa atau hanya nongkrong saja bersama sambil melihat pemandangan wanita dari balik layar, atau wanita yang sedang dalam pelukan orang hahhahahahah
        Malam minggu ini menjadikan aku mempunyai ide brilian dengan malam Minggu yang berawal dari kasmarannya Yaqin bersama wanita yang ia baru kenal. Dan kayaknya menarik untuk dijadikan bahan cerita pada setia malam minggu. Apalagi kalau hubungannya cinta pasti ramai hahhahah...ya itulah karena semua ingin mencinta dan dicintai. "La kamu siapa yang mencintaimu Iz" sontak yaqin bertanya padaku, kamu dan orang-orang yang mempunyai waktu bagi kita hahhahaha...
      "Tenang saja Iz, masih banyak wanita yang layak diperjuangkan, bukan hanya bahan hiburan saja" lanjutnya sambil memberi semangat padaku, yang lagi ngetik dan belajar sekretaris hehehheheh....tiga malam dengan ini saya dan yaqin masih dengan persiapan LPJ dan Rapat Tahunan Organisasi. Disamping dengan tugas individual, sosial juga tak tertinggal. Malam terus larut hingga pagi datang, si pujaan pun tidur lelap bersama para bintang-bintang, yaqin langsung saja meneruskan refrensi percintaan. Semoga indah terus malam minggu dengan seribu cerita dalam situasi yang ada. berseduh senda riang gembira. 



Read more