Wednesday, September 26, 2018

Sahabat Boleh Aku Rindu?


Sunyi itu pun berasa
Hening pada kenangan amat hampa
Terlewati aksara jingga merona

Satu persatu sahabat telah pergi
Perjuang untuk bumi pertiwi
Atas nama ngabdi membumikan ilmu ilahi wannasi

Sekarang kamu telah berjuang pada jalan kejayaan yang kau idamkan
Pada masyarakat yang rindu pengetahuan
Sumrigah bebas kau tularkan senyuman

Ku titipkan saja rinduku padamu sahabat disana
Semoga Bait-bait doa setia menggenggam tangan dan pikiranmu
Setia bersamamu
Payah juang terlewati bersama
Rindu berdatangan membawa kabar bahagia

Sekian lama perjalanan surut asa
Gelora perjuangan akan terus ada bersama
Terimakasih sahabat....
Read more

Pesona Wanita Tiada Tara


"Aku hanya ingin mencinta, selebihnya terserah". 

Sinar matahari akan terbenam di ufuk barat lautan. Rapat tahunan organisasi pun usai seketika. Rapat kumpul sekaligus reunian angkatan 18 sekolah aliyah. Mulai panas sampai hangatnya matahari kami rasakan untuk kebersamaan itu.

Momen ini sangatlah istimewa dibandingkan rapat pada umumnya. Karena aku, dan teman-teman berkumpul bareng bersama perempuan hahhaha....ya dibilang mengesankan karena santri jarang bertemu di pesantren. Kalaupun bertemu itupun bercadar. Sungguh asyik dan nyata. Kebersamaan itu telah lama dirintis dan diciptakan oleh kegiatan dalam organisasi. Sekarang mengembangkannya dalam dunia luar pesantren. 

Teman-temanku telah bersiap kembali ke rumah masing-masing, ada juga yang kembali ke pesantren. Sebagian pun ada yang alumni lama dan baru. Baru wisuda baru menjadi alumni hahahha...

Sepeda Motor telah dihidupkan oleh masing-masing temanku. Tidak dengan teman perempuan ku yang aku kenal di kampus. Finul (nama samaran) ia tokoh gerakan wanita pada organisasi ini sekaligus komedia wanita yang aku temui di perjumpaan ini. Olif (nama samaran) sosok pendiam namun ulet dalam pekerjaan. Sangat titeni pada kebendaharaan dan administrasi. Dan yana (nama samaran) teman angkatan paling kece, ia baru saja menjadi pendamping peserta Asia game di jakarta, ia pun tokoh aktivis perempuan dalam organisasi jurusan di kampus dan luar kampus. Satunya aku lupa, berbadan berisi, sosok penyemangat kaum wanita di perjumpaan ini.  

Keempat wanita itu aku dampingi bersama temanku pria dalam perjalanan kembali ke rumah temannya di Madura. Rumah yana tepatnya.

Sepeda melaju berkecepatan 60, 40 melewati jalan perumahan menuju terminal Purabaya. Aku pun sangat beruntung saat itu, karena aku dapet mengantarkan seorang kece itu. Seorang yang mengenyam pendidikannya di kampus ternama membuat aku semakin PD bersamanya. Menayakan aktivitas dan kesibukannya sampai pada kekasih gelapnya awawawa....

Dan aku anggap apa ini pencapai kecil dalam berteman bersama wanita. Duduk bersama di sepanjang jalan bersepeda. Sampai akhirnya aku bersamanya melewati jalan luar umumnya ke terminal. Edisi mumpung ini berputar-putar mengelilingi jalan putar balik terminal purabaya. Sampai teman lainnya menunggu di parkiran. 

Aku pun berkata kepadanya " nanti foto bersama ya sebelum naik ke bis" . "Oke sipp, " senyuman khasnya membeningkan mata ku yang banyak dimasuki debu. Yang memang helm merk Honda yang ku pakai sudah kusut dan kacanya berwarna putih samar-samar membuat aku membuka kaca helm sepanjang jalan. Melihat langsung pemandangan pekerja pada jalan tol proyek pak jokowi, mobil warna-warni menghiasi penumpang hulur kemari.
Perjumpaan ini benar-benar membuat aku mencinta, apa saja aku akan kulakukan untuk mencinta pada teman-teman pria dan wanita.

Begitu sampai di terminal teman-teman antusias melambaikan tangannya. "Sini-sini, ayo" "foto dulu ya nul" aku membuka helmku dan bersiap foto bersama. Seketika itu yana yang menjadi akomodir peran selfi dan aku mengikuti dari belakang.
"Bentar-bentar yan, aku gak kelihatan" bentakku dari belakang teman 6 itu. 

Bluuuuuurrrrrrrr......

Suara air mengenang pada kaki ku, menguap deras seketika naik ke kakiku yang dikelilingi dedaunan kering bercampur pasir menghitam. "Asem...banyu got rek" 

Semua temanku tak kecuali tertawa lebar sampai giginya kelihatan semuanya, ditambahi kata tewel, tolol, oon. Itulah senyum keihklasan bagiku. 

Untungnya tak banyak orang yang melihat adegan itu, kalau pun ada paling hanya senyum dan pergi. Tidak dengan temanku sambil melongo ke arah simbo tanda "sepatu no entering".

Temanku saja ada yang mau bilang awas ada got iz, eh ketika tiba pada kata ada kakiku sudah menyelamnya. Mendapat pasir dan aroma got hahahahah..... 

Kalau sudah ada wanita, begitu lupa apa disekelilingnya. Begitupunu aku yang antusias pada teman perempuan atas pesona nya yang tiada tara.


Terminal purabaya Bungurasih, 26-09-2018.16.37
Read more

Wednesday, September 19, 2018

Seperti Lapar Harus Kenyang, Begitu Juga Rindu Harus Terbayar.


Siang menjelang adzan duhur berkumandang, suara bel berbunyi tanda persiapan sholat jama'ah duhur bagi mahasiswa di asrama pojok belakang kanan pondok. Juki seperti biasanya sangat rapi oleh dirinya bersiap-siap turun menuju aula asrama di lantai dasar asrama mahasiswa. Rutinitasnya kuliah nya pun hampir selesai, yang telah berstatus mahasiswa semester akhir.

Tak seperti mahasiswa umumnya di pondok yang telah banyak berkarir profesi dan mengabdikan diri di halaman pesantren. Yang telah memang sudah banyak yang telah bahagia dalam penuntasan tugas akhir kuliahnya.

Berbeda dengan juki yang masih mempunyai tanggunan prasyarat menuju wisuda. Hafalan surat yang setiap tesnya bayar 10 ribu per surat. Karena seringkali hafalan tak kunjung selesai di kampus akhirnya ustadz penerima setoran pun menanggunginya di rumahnya. Dengan memberikan peluang pada juki dalam jangka 3 hari menyelesaikan tugas hafalannnya. 

Siang itu Juki pergi ke kampus setelah hafal sebagian dari surat. Untuk kembali mencari informasi tentang proses wisuda. Yang berlanjut rehat di warung kopi dekat pesantren. Menyeduh kopi sebentar langsung pergi ke masjid sekaligus ziarah ke pendiri pesantren sambil menghafalkan ayat yang masih banyak belum ia hafal.

Di saat jam pulang mahasiswa dari kampus gelombang ke 2 tepat jam 16.45 ia bertemu dengan seorang dosen favoritnya di sebelah toko besar samping klinik pesantren. Dosen yang sangat tau persis apa yang dilanda oleh juki dalam permasalahan pasangan. 

"Aku tadi makan bersama anak binaan perempuan ku, dan ketika makan ia sangat ingat dan menanyakan mu" 
"Makan otak-otak bandeng ya pak?" Juki langsung menebak pada makanan dosennya.
"Iya benar sekali, itu tandanya rindu padamu" dengan tersenyum lebar pada juki.

Wawawawa......duar...

Hati juki pecah meletus balon merah kuning kelabu seperti pelangi. Ceria menemukan kebagkitan dirinya atas kegagalan memikat wanita tak pernah ia capai. sambil melamun gadis itu seraya di pantai bersamanya menikmati es degan ijo hahahahha....

Ya dengan mendapatkan salam rindu itu, ia mau tau mau harus segera tuntas atas terbelenggu hafalannya. Dan segera bertemu oleh wanita itu. Karena rindu juga harus terpenuhi oleh suatu pertemuan. Karena rindu juga perlu bagi seorang yang pilu oleh hingar bingar pesona wanita setiap pergi ke warung kopi.
Read more

Tuesday, September 18, 2018

Cinta Mati Lampu


Sore menjemput petang, pesta yudisium pun usai. Teman-temanku segera menyiapkan diri untuk rutinitas.  Yaitu ngopi, pergi ke warung kopi cerita mimpi dan cinta yang begitu misteri. Tempat yang  biasanya teman-teman ku membuat skripsi. 

Malam hari Selalu ramai oleh pengunjung datang dan pergi ke warung itu. Pria atau wanita berseduh nikmat dalam satu meja didepan kopi. Ditemani lampu pijar kekuning-kuningan menyinari tempat itu. 
Teman-temanku pun ada yang telah membawa sepeda berangkat yudisium sebagai alternatif mulus menuju warung kopi. 

Blub.....semua lampu penerangan di warung itu mati, persis seperti kepekatan hitam  kopi didepanku. Tak menjadi aku dan teman-teman ku hitam pada panorama wanita hahaahha...

Suasana pada malam itu pun tak terlepaskan oleh pandangan teman karib ku yaqin yang akan tajam pada penglihatan wanita. Tetap saja ia mahir pada wanita yang ditujuinya sambil bisik-bisik kepadaku. Aku bersamanya duduk di bagian kanan pojok pinggir warung yang di depan meja kami ada seorang wanita asyik ngobrol bersama temannya.

"Wah... Peluang emas iz, tak ada lelaki disampingnya" sahut yaqin menerpaku
"Waw...its beatiful women man" sahutku

Ini adalah sebuah bentuk implementasi keilmuan dalam diri yaqin. Yang setiap pergi ke warung buka You tube rayuan gombal atau tip memikat wanita dalam 15 menit. Dalam video koleksinya pun banyak istilah frank. Aku mengerti istilah itu ketika yaqin asyik memainkan video durasi 10 menit di hpnya. Istilah ini adalah pendekatan kepada wanita untuk mendapatkan daya tarik kenalan bersama wanita.

Maka Yaqin pun menghampiri kedua wanita itu, berkomat-kamit dengan tenang bismillah...yehhh...berhasil...
Rumus tutorial bercinta dalam video itu pun berjalan baik. Sampai larut dalam obrolan asyik ia bersama kedua wanita itu. Tak heran sebagai tutor of english di pesantren ia kemukakan bahasa ratu elizabet di depan kedua wanita itu. Dan ia pun patut diapresiasi sebagai duta English warung kopi pada malam ini. Heheheh

"Lanjutkan sampai kau ketuk dan wanita membuka hatinya padamu.
"of course" yaqin menaikkan kepala kepadaku.

Ini adalah perjalanan kelanjutan sekaligus perayaan malam tahun baru berseri-seri bersama wanita. ia kembali membuka lembaran baru dan mendata list nama wanita di pikirannya yang rencananya akan kawin bersama 4 wanita. Hohohoho

Bersamaan pada suasana lampu mati yang sangat dominan untuk bercengkrama antusias me pada wanita. Karena memang hubungan intim itu tak perlu banyak pandangan dari mata-mata teman atau orang sekitar. 

Asyik dan saling tukar nomer telepon, saling beri akun ig, fb. Yang ia dapatkan pada malam itu. Lama berdendang lagu dangdut nela kharisma yang kuputar selesai sudah, dari tembang jaran goyang sampai prei kanan kiri. Aku pun mengajak teman yang lain beranjak pergi karena sangat tak kondisional bagi ku malam lampu di warung itu. Hp ngedrop dan bingung tak ada kerjaan selain retorika teori bercinta wanita dari masa ke masa bersama kawan ku yang banyak koleksi mantannya. Hehehheh 

Dan aku senang dan bangga atas usaha yang menggebu-gebu padanya, biarlah ia menikmatinya. Tak pantas dan buruk perilaku jika aku hanya ingin mengambil buah darinya atas perolehan nomer dan sosmed wanita itu. Sampai ia merajut kisah asmaranya bercinta.

Read more

Kisah Santri Rantau Bertemu Bintang Kesarjanaannya


Sebagai santri yang ada di seberang pulau daratan antara gresik dan madura. Aku merantau tak jauh dari pulau itu, pulau Bawean kabupaten Gresik. Perjalanan rantau ini pun dirasakan oleh teman ku sebrang lautan perak Surabaya. Dia berasal dari pulau Kalimantan, dengan sebutan Borneo ciri khasnya. Mempunyai kesamaan status santri rantau sama sepertiku.  yang sekarang menjalani proses akhir study di pesantren. Dan dia baru pindah kamar ke kamarku di lantai paling atas pojok kanan asrama Mahasiswa. 

Setelah ia usai menjadi Rois ketua Asrama di asrama santri Tsanawiyah. Mulai kesehariannya bersamaku, ngaji, ngopi dan sering ia membuat kata bijak, tatkala musibah atas mengejar sarjananya terhambat sulit untuk mencapainya. Namun ia selalu banyak kata dan harapan ketika hari malam tiba, dan mengajak ku melihat bintang-bintang dan syahdu ditemani kopi dan rokok. Berkat bersamanya, aku ingin terus tertawa dan membuka gigi terus. Meski terkadang itu kasar atau tak menyehatkan akal. Sangatlah wajara bagiku untuk mudah tertawa dan menghilangkan keseriusan yang membabi buta. Heheheheh

Sekalipun pada akhir moment menjadi mahasiswa akhir yang tak kunjung selesai tanggungan atas syarat wisuda yang sudah mendekati hari H. Ia terus menyemangatiku dan memgingatku tentang tanggungan itu. Ia tanggungan baca kitab, kalau aku hafalan surat al Kahfi. 

"Ayo setoran iz, kita hanya punya waktu 3 hari 2 malam" teriaknya padaku, disela aku duduk manis dikamar.
"Iya kin, bintang pun semakin terang, tanda ada harapan bersinar pada kita" balasku langsung padanya. 

Ia membuat strategi baru untuk lulus baca kitab dengan membawa kumpulan kitab nahwu shorof setiap ngopi. Targetnya paham dan menguasai i'rob dan seluk beluk kalimat di kitab kuning. Sedangkan aku cukup pergi ke maqbarah perintis pondok pesantren yang ada di belakang kampus. Disertai target hafalan sehari satu wajah di Al-Qur'an.  

"Iz kamu gimana hafalan surat al kahfinya?" Tanya makin kepadaku.
"Aku beralih pada surat dukhon kin, waktu pendek cocok buat surat ini. Lanjut aku pada nya.

3 hari itu pun jatuh pada hari senin, sehari sebelum yudisium dimulai. Makin dan aku pada malammya memburu target yang direncanakan. Karena hari senin sudah tuntas dan lulus menuju panggung wisuda. Dengan bergerilya dari warung ke warung kami menghabiskan waktu untuk target itu. Makin hafalan rumus, aku mendengarkan tartilan surat dukhon ditambahi mata melihat dan mulut membaca surat itu sampai hafal. Dan bisa disetorkan ke rumah ustadz yang diberi tugas dalam masalah ini. 

"Iz malam ini bintang semakin banyak dan beriringan saling jatuh cinta berdampingan" ia berujar padaku sebwlum berangkat ke rumah ustadz pondok, yang rumahnya ada didalam pondok.
"Ini adalah bertanda kebersamaan dalam satu perjuangan bersama kawan-kawan akan segera terasa kepada kita untuk merayakannya" jawabku padanya

Akhirnya malam itu malam penentuan bagi ku dan ia. Dan keajaiban pada bintang itu terasa nyata tatkala makin dinyatakan lulus pada malam itu. Dan aku besoknya dengan setoran hafalan yamg kurang pun tercapai membuka pintu gerbang wisuda. Teriak histeris pada malam itu dirayakan pada makin dan temannya cak man, fathur, dan shobah. Begitu ceria ia malam itu didepan ku, sehingga aura positif bagiku menjemput pagi itu semakin membara. Dan aku pun merayakannya. Dengan langsung mendaftarkan diri untuk wisuda. Dan kami pun esoknya berpose  bersama di tengah lautan manusia berpesta yudisium perayaan sarjananya.

Karena memang kesarjanaan pada wisuda adalah suatu kemewahan bagi kita bersama teman-teman seperjuangan, dan senasib. Dan sangat ditunggu oleh kedua orang tua yang mengadu nasib untuk anakanya di desa. Cuma nasibku dan makin hanya ada 6/7 anak. Tidak sampai berpuluh-puluhan sampai beratus-ratus jiwa manusia. Disamping juga aku dan ia sangat jauh dari rumah. Tidak seperti teman biasanya hanya berakses daratan yang mudah dijangkau dan pulang.
 "Santri rantau harus pantang terjang meski badai datang" status makin di whats up nya yang membangunkan aku dari lamunan perempuan yang datang dan pergi tak tepat waktu untuk melihat bintang-bintang lagi. 
Read more